Pertemanan Dua Cewek

Posted by Dewi Astria | Posted in | Posted on 9:51 PM

Sudah hampir satu jam Sita menangis dikamarku. Dia terlihat begitu lusuh, lemas, dan sendu. Dia terus bercerita sambil menangis terisak-isak. Aku tak punya pilihan lain selain mendengarkannya bercerita. Karena aku bukanlah orang yang pandai dalam urusan asmara. Diriku pun sempat terkejut mendengar hubungan mereka harus berakhir. Sewaktu Sita memperkenalkan Bumi kepada ku mereka nampak serasi dan tentunya temanku terlihat sangat bahagia. 

Walaupun aku dan Sita berbeda sekolah sekarang, hubungan pertemanan kami tak lantas berhenti begitu saja. Hubungan itu masih kita jaga hingga sekarang dengan sesekali ber-SMS sekedar menanyakan kabar atau kita berjanji untuk hangout bersama. 

Sewaktu Sita masih bersama dengan Bumi. Sita sering sekali bercerita tentang pencuri hatinya itu. Terkadang hal itu membuatku bosan. Namun, aku harus bilang apa terhadap orang yang hatinya sedang dipenuhi dengan bunga-bunga cinta. Ya bagi Sita, Bumi adalah seorang cowok terbaik dalam hidupnya sekarang. Bumi mampu mengisi hari-hari Sita yang sunyi dengan gelak canda dan tawa mereka. 

Maklum Sita termasuk seorang yang kesepian di rumah. Orangnya sibuk dengan pekerjaannya masing-masing bahkan tak jarang orangtua Sita keluar kota meninggalkan Sita sendiri di rumah. Sedangkan Kakaknya yang kini di bangku kuliah sering jarang pulang ke rumah. Kasihan sekali temanku itu. Jadi Sita sering menganggapku sebagai keluarga keduanya.

 Kupikir wajar saja jika Sita begitu down ketika hubungannya harus berakhir dengan Bumi. Sosok yang sudah tak terasa asing baginya, yang mampu menjaganya, yang selalu memberikan perhatian lebih kepadanya, yang dapat membuat dirinya merasa nyaman, serta yang menjadi sandaran hatinya. Kini tak mampu lagi seperti itu. Aku sendiri pun tak tahu pastinya kenapa hubungan mereka harus berakhir walau ku pikir mereka selalu baik-baik saja. 

Kupandangi wajah Sita yang terus berlinang airmata. Kuhapus air mata di pipi temanku yang merah itu. 

Serta kukatakan dengan senyumku, “Dia memang baik. Namun, belum tentu dia yang terbaik untukmu saat ini. Tenanglah kawan. Tanpa dia hari-harimu tak akan runtuh. Aku selalu bersamamu.

Untuk semua temanku dimana pun kau berada :D Love you…

Comments (0)

Post a Comment